Kanker payudara adalah kondisi dimana tumbuh dan berkembangnya jaringan sel yang tidak normal pada payudara. Kanker jenis ini secara garis besar dibagi menjadi dua macam yaitu:
Karsinoma duktal, yaitu kanker yang tumbuh pada bagian tabung payudara dan menjalar ke puting. Kebanyakan wanita mengidap jenis ini
Karsinoma lobural, yaitu kanker yang dimulai pada bagian payudara yang menghasilkan air susu, bagian ini disebut lobulus.
Selain pada dua tempat di atas, terkadang sel kanker dimulai pada bagian lain, namun kejadian ini sangat jarang terjadi dan sedikit sekali ditemukan. Nomor pertama adalah yang paling populer.
Jika dilihat dari aktifitasnya maka kita bisa membaginya kembali menjadi dua macam, kanker yang bisa menjalar dan menginfeksi bagian payudara lainnya dan sel kanker yang bersifat pasif.
Hasil studi menunjukkan adanya kaitan anatara hormon estrogen dan kanker payudara, ahli kesehatan menyatakan bahwa pada saat tertentu hormon estrogen memicu pertumbuhan sel yang tidak normal pada bagian tubuh tertentu. Berikut ini kami jelaskan secara mendalam tentang kanker payudara mulai dari penyebab, gejala, pengobatan serta langkah pencegahan yang harus diambil.
Penyebab
Setelah kita mengetahui apa saja definisi dan pengertiannya, kini saatnya kita masuk pada hal apa saja yang dapat memicu munculnya penyakit yang paling banyak membunuh kaum wanita ini.
Siklus haid
Wanita yang mengalami haid sebelum umur 12 tahun atau wanita yang baru merasakan haid setelah masa menopause datang maka sangat rentan terhadap penyakit ini.
Faktor genetik
Faktor genetik atau keturunan memegang prosentase yang cukup besar terkait dengan kanker payudara, Jika salah satu anggota keluarga yang sedarah pernah mengalami atau bermasalah dengannya, maka yang pertama harus dilakukan oleh anggota keluarga sedarah yang lain adalah dengan rajin mengontrol kesehatan pada dokter terdekat.
Cacat genetik
Dalam tubuh manusia terdapat gen BRCA1 dan BRCA2 yang berfungsi untuk memproduksi protein yang mampu menangkal bahaya kanker. Namun karena berbagai sebab, ada kemungkinan gen tersebut mengalami kerusakan atau memang bawaan dari sejak ia lahir. Orang yang mengalami kerusakan BRCA1 dan BRCA2 kemungkinan besar ( 80% ) dapat terkena berbagai macam jenis kanker.
Faktor usia
Wanita dengan usia 50 tahun ke atas lebih beresiko terhadap penyakit ini. Namun bukan berarti wanita yang berusia di bawahnya dapat aman dari serangan kanker. Secara keseluruhan, wanita berapa pun usianya 100 kali lipat lebih beresiko terhadap penyakit ini dibanding pria.
Faktor kehamilan
Wanita yang tidak pernah hamil atau baru hamil setelah berumur 30 tahun sangat rentan terhadap kanker tipe ini. Hamil di usia dini dapat mengurangi resiko serangan kanker.
Faktor berat badan
Tidak semua ahli kesehatan sepakat dengan kemungkinan yang satu ini, namun mereka semua berpendapat sama bahwa wanita yang mengalami masalah dengan berat badannya maka dapat memicu tubuh untuk memproduksi hormon estrogen dalam jumlah besar. Seperti yang dijelaskan pada awal tulisan ini bahwa pada saat tertentu hormon estrogen dapat menyebabkan kanker.
Gejala
Penyakit ini seringkali tidak menunjukkan gejala apa-apa, oleh karena itu sebaiknya anda yang merasa perempuan hendaknya rajin dan rutin mengontrol kesehatan payudara anda ke dokter terkait. Terlebih jika ada kerabat sedarah yang pernah mengidapnya.
Berikut ini merupakan beberapa gejala yang sering dialami oleh para pasien:
1. Muncul benjolan
Biasanya muncul di sekitar payudara atau ketiak, bentuknya lebih sering tidak rata dan tidak terasa sakit.
2. Perubahan bentuk
Perubahan ini meliputi ukuran dan sifat kulit, jika menemukan perbedaan di antara keduanya seperti kulit payudara terlihat seperti berkeriput atau ukuran puting berubah maka segera konsultasikan dengan dokter anda.
3.Puting mengeluarkan cairan tidak normal
Darah cairan berwarna kekuningan atau kehijauan atau terlihat seperti nanah, ini adalah gejala awal yang tidak boleh anda anggap sepele
4. Nyeri tulang
5. Kulit membusuk
6. Pembengkakan pada salah satu lengan tangan
7. Berat badan naik secara drastis
8. Nyeri dan sakit di sekitar payudara
Sebagai zat yang bersifat anti kanker, Propolis mengandung beberapa zat penting seperti , flavonoid, alkaloid, tannin serta CEPA. Para ilmuwan telah melakukan berbagai riset ilmiah dan melakukan sejumlah tes pada tikus yang terdiagnosa terkena kanker. Dengan serangkaian tes medis dengan menggunakan zat Propolis, sel kanker yang menjangkiti organ tikus ini secara signifikan menurun aktivitasnya. Dari 4 cm ukuran sampel kanker yang di derita oleh tikus tersebut, kini sudah jauh mengecil hingga hanya 0,5 centimeter saja dalam waktu satu bulan.
Dari hasil penelitian terhadap sel kanker tadi, ilmuwan menemukan bahwa Propolis ternyata kaya mengandung zat yang bernama Flavonoid. Kandungan zat flavonoid dalam Propolis ini dapat mengurangi jumlah sel kanker dengan efektif, dengan cara memaksa sel kanker tersebut untuk bunuh diri. Peristiwa sel kanker yang bunuh diri ini dikenal peristiwa “Apoptosis”.
Fakta Khasiat Propolis untuk Kanker Payudara
Khasiat Propolis untuk mengatasi kanker payudara telah dialami langsung oleh seorang yang berdomisili di Surabaya. Anggap saja beliau bernama Siti. Siti bernasib malang karena waktu itu dia didiagnosa oleh dokter mengalami kanker payudara yang sudah cukup kronis karena sudah berada pada kanker stadium 3. Sebagai penderita kanker payudara stadium III, Siti hanya bisa terbaring lemas karena rasa sakit yang tertahankan pada bagian payudaranya. Menurut Siti, sakitnya bagaikan ditusuk oleh jarum berkali-kali. Parahnya lagi, kini kanker yang tadinya hanya menggerogoti bagian payudara, kini menjalar ke organ tubuh hati. Peristiwa menjalarnya sel kanker sehingga menyebar ke organ tubuh yang lain, sering disebut sebagai peristiwa metastasis.
Dari hasil penelitian lab terhadap sel kanker yang di derita oleh Siti, dokter hanya bisa pasrah karena peluang Siti untuk sembuh hanya tidak lebih dan tidak kurang 5 % saja. Vonis dokter ini didasari dari hasil lab dari tes darah yang menunjukkan kadar CA yang jauh melebihi kadar normal
Selain parahnya penyakit kanker yang diderita Siti, keadaan Siti diperparah lagi dengan biaya medis kemoterapi yang biayanya hampir sebesar Rp. 6 juta per sekali kemoterapi. Dokter juga menyarankan Siti harus melakukan kempoterapi sebanyak 8 kali, sehingga perlu menyiapkan dana yang tidak sedikit, yaitu Rp. 40-an juta.
Mahalnya biaya pengobatan yang jelas tidak akan mampu untuk dipenuhi bagi seorang Siti. Kenyataan ini semakin memperparah kondisi psikologis Siti. Selain itu, Siti juga takut akan efek samping yang akan didapatkan jika menjalani proses kemoterapi, seperti rontoknya rambut, badan kurus dan tidak nafsu makan.
Namun, ternyata keinginan Siti untuk sembuh dan keluar dari keadaan ini semakin kuat. Diapun mengumpulkan dana yang dibutuhkan untuk proses kemoterapi sekuat tenaga dan akhirnya terkumpul juga. Dengan uang yang telah ia kumpulkan , Siti pun mulai menjalani kemoterapi untuk menyembuhkan penyakit kanker payudara dan hati.
Akhirnya hanya dengan 4 kali kemoterapi, sel kanker yang menggerogoti organ hati Siti, kini sudah sembuh. Untuk selanjutnya, kemoterapi akan lebih difokuskan hanya untuk mengatasi sel kanker yang menjangkiti organ payudara beliau.
Sayangnya, setelah menjalani 8 kali proses kemoterapi, kanker yang berada pada payudara Siti masih belum bisa hilang. Bahkan, dokter terpaksa menyarankan Siti untuk segera dilakukan proses pengangkatan organ payudara yang waktu itu terlihat tumbuh benjolan yang semakin hari semakin besar.
Namun, dengan membesarnya benjolan pada payudara Siti, operasi pengangkatan payudara semakin tidak bisa dilakukan. Dengan kondisi parah ini, Siti mengambil keputusan untuk mencoba pengobatan alami dengan Propolis. Terapi alami dengan menggunakan Peopolis ini Siti lakukan dengan tekun. Siti selalu meminum Propolis sebanyak 3 kali sehari.
Ajaibnya, setelah mengkonsumsi Propolis, kini Siti merasa lebih nyaman dan berkurang rasa sakit di bagian payudaranya. Dari hasil cek lab di rumah sakit, besar kanker yang tadi hingga di organ tubuh Siti, kini sudah jauh lebih kecil, dan semakin kecil setiap harinya. Hal ini semakin membuktikan bahwa Propolis memang benar-benar berkhasiat melawan sel kanker. Siti benar-benar sudah merasakan manfaat ampuh Propolis untuk kanker payudara yang pernah dideritanya.
Dosis Melia Propolis untuk Mengatasi Kanker Payudara
Berikut ini adalah langkah yang tepat untuk melakukan terapi penyembuhan Propolis untuk kanker payudara:
1. Minum 15 tetes Melia Propolis. Anda dapat meminumnya sekaligus dengan meneteskan langsung ke mulut Anda, atau Anda juga bisa mencampurnya dengan setengah gelas air hangat.
2. Ulangi proses di atas sebanyak 5 kali dalam satu hari. Jadi total Melia Propolis yang diminum dalam satu hari berjumlah 75 tetes.
3. Rajin berolahraga minimal 30 menit tiga kali dalam satu minggu
4. Kurangi makanan berlemak untuk menjaga berat badan. Berat badan yang yang berlebihan memicu produksi esterogen yang bisa memicu perkembangan sel kanker.
5. Perbanyak konsumsi buah-buahan serta sayur-sayuran seperti bayam, tomat, wortel, kedelai (tahu, tempe, susu kedelai), dan lain-lain.
6. Hindari asap rokok.
Dengan tekun menjalankan terapi propolis untuk kanker payudara, Anda akan segera melihat perbaikan kesehatan Anda yang signifikan.
penyembuhan dengan : propolis 5 x 20 tetes/ hari
TUNGGU APALAGI??? ORDER SEKARANG JUGA!!!!
Hati-Hati Produk Propolis dan Melia Biyang palsu yang di jual di pasaran (Toko Obat Herbal, apotek, Pasar dll), PRODUK ASLI HANYA DIJUAL DI KANTOR PUSAT DAN STOKIST PT. MELIA SEHAT SEJAHTERA yang MELALUI MEMBER AKTIF PT. Melia Sehat Sejahtera.
Ada yang lebih murah dari ini??? YANG PALSU BANYAK!!!
"JANGAN GADAIKAN KESEHATAN ANDA HANYA KARENA TERGIUR PRODUK MURAH!!!"